Rabu, 05 Desember 2012

URINE SAPI SEBAGAI PENGGANTI PESTISIDA


  URINE SAPI SEBAGAI PENGGANTI PESTISIDA
A. PENDAHULUAN
 
Limbah air kencing sapi dapat diolah menjadi barang baru dan kegunaan baru yang  dapat menghasilkan uang.Kabupaten jepara yang pada umumnya petani sering mengalami masalah dengan adanya hama yang  merusak tanaman,tidak hanya merugikan masyarakat bahkan akibat seringnya gagal panen membuat harga beras menjadi mahal,maka perlu di upayakan cara membasmi hama yang tidak perlu mengeluarkan uang banyak dan tidak berbahaya. penggunaan pestisida kimia di samping harus beli juga tanpa disadari bahwa ada organisme/binatang-binatang kecil/jasad renik sahabat petani ikut mati kena imbas pestisida kimia tersebut, ada kelompok binatang-binatang kecil yang netral (tidak memihak petani-pun ikut mati), yang semuanya dianggap hama penggangu tanaman (hama penyakit, kutu-kutu-an, ulat, bakteri, jamur dll). Padahal kandungan pestisida kimia sangat sulit terurai pun dalam waktu yang lama (bertahun- tahun; sejenis DDT sampai hari ini belum bisa terurai yang imbasnya menimbulkan penyakit berat).
Urine sapi yang relatif mudah di dapatkan bisa di jadikan alternatif untuk membasmi hama dan juga bisa  menghemat pengeluaran para petani dengan proses fermentasi,selain itu juga bisa mengurangi volume limbah urine sapi yang bisa menjadi sarang nyamuk dan membahayakan masyarakat ,jadi dengan membasmi hama menggunakan urine sapii tidak hanya bermanfaat sebagai pembasmi hama tapi juga mengurangi limbah dan salah satu upaya kesehatan masyarakat untuk menghindari terserang nyamuk.

B.     RUMUSAN MASALAH:
ü  Bagaimana cara memanfaatkan limbah?
ü  bagaimana mengurangi dampak pestisida kimia dengan bahan alami?
ü  Apa manfaat dari urine sapi?
ü  Bagaimana cara menggunakannya?


C.    LANDASAN TEORI
Siapa bilang air kencing sapi merusak lingkungan. Buktinya, sapi di Suwawal Timur, tepatnya di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Air kencing dari sapi dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembasmi hama. Kandungan kimia urine sapi adalah N : 1,4 sampai 2,2 %, P: 0,6 sampai 0,7%, dan K 1,6 sampai 2,1. Namun sebelum keluar dari tubuh sapi itu, makanan sapi harus direkayasa dulu.
a.         Pengertian limbah
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses yang kehadirannya tidak dikehendaki lingkungan.

b.    Macam-macam limbah

Limbah terdiri dari tiga macam yaitu :
1.      Limbah padat
Contohnya  : plastik, kardus, dan lain-lain.
2.      Limbah cair
Contohnya : cairan sisa pengolahan pabrik dan air kencing mahluk hidup.
3.      Limbah gas
Contohnya : gas karbon dioksida.
Berdasarkan asalnya limbah dibagi dua yaitu :
a.       Limbah organik
Limbah organic adalah limbah yang berasal dari mahluk hidup, seperti  tumbuhan dan hewan. Limbah ini mudah diuraikan dalam prose alami
Contohnya : sayuran, kulit buah, atau sisa potongan hewan.
b.      Limbah anorganik
Limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari mahluk tak hidup atau bahan sintesis atau dari sumber daya alam yang tidak terbaharui.
Contohnya : minyak bumi, alumunium, kaleng dan lain-lain.
c.    Fungsi dari bahan organik
Bahan organik tanah meliputi semua jenis lapisan tanaman dan sisa hewan. Bahan organik ini akan berganti menjadi humus apabila telah dipisahkan menjadi komponen yang aktif di tanah. Di dalam tanah bahan organik secara garis besarnya berfungsi sebagai fisik, kimia dan biologi tanah.
Senyawa organik karbon adalah sumber energi yang dibutuhkan organisme untuk melakukan aktivitasnya . Senyawa organik dengan perbandingan C/N yang ada dalam tanah dapat digunakan untuk merangsang penyebaran nutrisi yang sulit masuk ke dalam tubuh mikroorganisme karena kekurangan nitrogen dalam tanah. Dengan perbandingan seimbang banyak mikroorganisme yang mati dan terurai kembali menjadi unsur-unsur nutrisi untuk kesuburan tanah (Sc Hsieh, 1990)
d.   Nutrisi ( larutan pupuk)
Banyak penelitian yang telah dilakukan terhadap urine sapi, diantaranya adalah urine sapi mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh diantaranya adalah IAA. Lebih lanjut dijelaskan bahwa urine sapi juga memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung.
Karena baunya yang khas urine ternak juga dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman sehingga urine sapi juga dapat berfungsi sebagai pengendalian hama tanaman dari serangan
jenis dan kandungan hara yang terdapat pada beberapa kotoran ternak padat dan cair dapat dilihat pada Tabel 1. berikut.
Table 1. Jenis dan kandungan zat hara pada beberapa kotoran ternak padat dan cair
Nama ternak dan bentuk kotorannya
Nitrogen
(%)
Fosfor (%)
Kalium (%)
Air (%)
Sapi –padat
0.40
0.20
0.10
85
Sapi –cair
1.00
0.50
1.50
92
Sumber : Lingga, 1991
Nutrisi organik dari hasil fermentasi sudah seimbang dalam jumlah dan komposisi unsur-unsur yang dikandung nutrisi tersebut. Pada Pupuk buatan yang mengandung satu nutrisi saja bertolak belakang dengan pupuk organik yang beragam dan seimbang seperti yang dijelaskan dari hasil penelitian
Tabel.2. Jumlah unsur hara pada kotoran ternak.
Jenis
N
P
K
Ca
Hg
Na
Fe
Mn
Zn
Cu
Ni
Cr
Sapi
1,1
0,5
0,9
1,1
0,8
0,2
5726
344
122
20
-
6
Sumber : Hsieh S.C dan C.F. Hsieh.(1987)
Nutrisi alami belum banyak dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat secara luas, sedangkan untuk pupuk telah lama digunakan petani. Pupuk atau nutrisi ini berasal dari kotoran hewan, seperti ayam, kambing, kerbau, kuda, babi, dan sapi. Kotoran tersebut dapat berupa padat dan cair (urine ternak) dengan kandungan zat hara yang berlainan. Pupuk kandang cair jarang digunakan, padahal kandungan haranya lebih banyak. Hal ini disebabkan untuk menampung urine ternak lebih susah repot dan secara estetika kurang baik – bau.
e.     Teknologi fermentasi.
Fermentasi merupakan aktivitas mikroorganisme baik aerob maupun anaerob yang mampu mengubah atau mentranspormasikan senyawa kimia ke subtrat organik (Rahman,1989). Selanjutnya Winarno (1990) mengemukan bahwa fermentasi dapat terjadi karena ada aktivitas mikroorganisme penyebab fermentasi pada subtrat organik yang sesuai, proses ini dapat menyebabkan perubahan sifat bahan tersebut.
teknologi fermentasi anaerob untuk skala petani telah banyak dikembangkan, dimana hasilnya pupuk kandang dikonversikan tidak hanya dalam bentuk pupuk organik cair yang bagus tetapi juga dalam bentuk biogas yang berenergi tinggi.
Prinsip dari fermentasi anaerob ini adalah bahan limbah organik dihancurkan oleh mikroba dalam kisaran temperatur dan kondisi tertentu yaitu fermentasi anaerob.
Studi tentang jenis bakteri yang respon untuk fermentasi anaerob telah dimulai sejak tahun 1892 sampai sekarang. Ada dua tipe bakteri yang terlibat yaitu bakteri fakultatif yang mengkonversi sellulola menjadi glukosa selama proses dekomposisi awal dan bakteri obligate yang respon dalam proses dekomposisi akhir dari bahan organik yang menghasilkan bahan yang sangat berguna dan alternatif energi pedesaaan.( Joo, 1990).
fermentasi sering didefinisikan sebagai proses pemecahan karbohidrat dari asam amino secara anaerobik yaitu tanpa memerlukan oksigen. Karbohidrat terlebih dahulu akan dipecah menjadi unit - unit glukosa dengan bantuan enzim a amilase dan enzim glukosidose, dengan adanya kedua enzim tersebut maka pasti akan segera terdegradasi menjadi glukosa, kemudian glukosa tersebut oleh khamir akan diubah menjadi alkhohol.
Siapa yang bertanggung jawab atas limbah ?
Setiap perusahaan atau individu dari setiap masyarakat yang menghasilkan limbah mempunyai wewenang untuk bertanggung jawab mengatur  managemen yang lebih baik guna memperkecil dampak negative di sekitar limbah. Maka dari itu limbah harus segera ditangani.

D.      Memanfaatkan limbah
Tidak selamanya limbah itu merugikan, berbagai cara dan inisiatif untuk memanfaatkan limbah bisa menghasikan daya guna baru yang dibutuhkan masyarakat.
Contohnya didesa suwawal timur yang memanfaatkan air kencing sapi untuk membasmi hama. Karena mayoritas penduduk jawa tengah adalah petani dan yang sering menjadi masalah petani adalah hama.
Untuk membuat obat pembasmi hama perlu memperhatikan :
a)      Bahan
-30 liter air kencing sapi
-20 liter air cucian beras (leri)
-15 liter air kelapa
-5 kg gula merah
-3 kg kencur
-0,5 kg kunyit
-1 kg temu lawak
b)      Cara membuat :
Gula merah + kencur  + kunyit + temulawak dihaluskan,  dengan cara di blander atau di tumbuk sampai halus. Semua bahan dimasukkan dalam tong plastic kemudian diaduk sampai rata dan tong tersebut ditutup. Setiap dua hari sekali tutup tong dibuka dan diaduk hingga merata sampai hari ke 20 atau 25 sudah jadi dan berbau tape.


a)      Cara penggunaan :
Ø  untuk pengomposan 1:5 (1 cairan : 5 liter air tawar ) + 1 ons gula merah kemudian disiramkan kemedia kompos.
Ø  penyemprotan 400 cc (2 gelas aqua + 14 liter air tawar) 1 tangki  penyemprot  disemprotkan pagi  jam 06.00 – 10.00 siang sore jam 16.00 – 21.00 malam.


Ketua Rt suwawal timur, Muslikhin mengatakan : “ saya harap percobaan baru yang dibuat ppl (Pembina petani lapangan) dapat memotifasi  masyarakat khususnya petani agar ikut antusias untuk membuat pembasmi hama dengan cara tersebut. Karena mudahnya bahan pokok yang digunakan dan saya juga berharap para petani tidak bergantung pada produk yang dijual di pasaran, tidak perlu ragu untuk membuat pembasmi hama seperti yang disebutkan, karena sudah terbukti dengan tanaman kelompok di desa suwawal timur kabupaten jepara.
Ppl (Pembina petani lapangan) kecapi  h. amin suaidi memanfaatkan kualitas pembasmi hama yang tidak bisa atau tidak mempunyai waktu kadaluarsa. Semenjak di berlakukannya air kencing sapi sebagai pembasmi hama, h. amin suaidi menjual perliternya rp. 10.000 . jadi jika berdasarkan takaran yang sudah dutentukan maka jumlah keseluruhan adalah  kurang lebih 70 liter dan pengeluaran untuk  membeli bahan rp. 67.800 , maka dapat diperoleh 10.000 x 70 = rp. 700.000 dikurangi pengeluaran 67.800 jadi keuntungan adalah 632.200.
Ini termasuk omset penjualan yang besar untuk membantu perekonomian keluarga.

A.    Kesimpulan :
Dari limbah yang dianggap barang buangan, ternyata dapat di jadikan hal baru yang mempunyai kualitas dan kuantitas yang menjanjikan.Ketekunan dan minat sangatlah penting untuk mendukung kreatifitas  masyarakat dalam memanfaatkan barang buangan (limbah) yang dapat diolah menjadi barang baru dan kegunaan baru yang mempunyai nilai jual guna melanjutkan kelangsungan hidup yang lebih baik.


A.    Penutup
Demikian  karya ini kami buat semoga dapat bermanfaat bagi para bagi para petani pada khususnya dan masyarakat pada umumnya . Kami merasa bahwa karya ini jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kami siap menerima kritik dan saran dari  para pembaca demi lebih baiknya karya kami demikian hari.

URINE SAPI SEBAGAI PENGGANTI PESTISIDA

   URINE SAPI SEBAGAI PENGGANTI PESTISIDA A. PENDAHULUAN   Limbah air kencing sapi dapat diolah menjadi barang baru dan kegunaan bar...