URINE SAPI SEBAGAI PENGGANTI PESTISIDA
A. PENDAHULUAN
Limbah air kencing sapi dapat
diolah menjadi barang baru dan kegunaan baru yang dapat menghasilkan uang.Kabupaten jepara yang
pada umumnya petani sering mengalami masalah dengan adanya hama yang merusak tanaman,tidak hanya merugikan
masyarakat bahkan akibat seringnya gagal panen membuat harga beras menjadi
mahal,maka perlu di upayakan cara membasmi hama yang tidak perlu mengeluarkan
uang banyak dan tidak berbahaya. penggunaan pestisida kimia di samping harus
beli juga tanpa disadari bahwa ada organisme/binatang-binatang kecil/jasad
renik sahabat petani ikut mati kena imbas pestisida kimia tersebut, ada
kelompok binatang-binatang kecil yang netral (tidak memihak petani-pun ikut
mati), yang semuanya dianggap hama penggangu tanaman (hama penyakit,
kutu-kutu-an, ulat, bakteri, jamur dll). Padahal kandungan pestisida kimia
sangat sulit terurai pun dalam waktu yang lama (bertahun- tahun; sejenis DDT
sampai hari ini belum bisa terurai yang imbasnya menimbulkan penyakit berat).
Urine sapi yang relatif mudah di
dapatkan bisa di jadikan alternatif untuk membasmi hama dan juga bisa menghemat pengeluaran para petani dengan
proses fermentasi,selain itu juga bisa mengurangi volume limbah urine sapi yang
bisa menjadi sarang nyamuk dan membahayakan masyarakat ,jadi dengan membasmi
hama menggunakan urine sapii tidak hanya bermanfaat sebagai pembasmi hama tapi
juga mengurangi limbah dan salah satu upaya kesehatan masyarakat untuk
menghindari terserang nyamuk.
B. RUMUSAN
MASALAH:
ü Bagaimana
cara memanfaatkan limbah?
ü bagaimana
mengurangi dampak pestisida kimia dengan bahan alami?
ü Apa
manfaat dari urine sapi?
ü Bagaimana
cara menggunakannya?
C. LANDASAN TEORI
Siapa
bilang air kencing sapi merusak lingkungan. Buktinya, sapi di Suwawal Timur, tepatnya
di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Air kencing dari sapi dapat dijadikan
sebagai bahan dasar pembasmi hama. Kandungan kimia urine sapi adalah N : 1,4
sampai 2,2 %, P: 0,6 sampai 0,7%, dan K 1,6 sampai 2,1. Namun sebelum keluar
dari tubuh sapi itu, makanan sapi harus direkayasa dulu.
a.
Pengertian limbah
Limbah adalah buangan yang
dihasilkan dari suatu proses yang kehadirannya tidak dikehendaki lingkungan.
b. Macam-macam limbah
Limbah terdiri dari tiga macam yaitu :
1. Limbah
padat
Contohnya : plastik,
kardus, dan lain-lain.
2. Limbah
cair
Contohnya : cairan sisa pengolahan pabrik dan air
kencing mahluk hidup.
3. Limbah
gas
Contohnya : gas karbon dioksida.
Berdasarkan asalnya limbah dibagi dua yaitu :
a. Limbah
organik
Limbah organic adalah limbah yang berasal dari
mahluk hidup, seperti tumbuhan dan
hewan. Limbah ini mudah diuraikan dalam prose alami
Contohnya : sayuran, kulit buah, atau sisa potongan
hewan.
b. Limbah
anorganik
Limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari
mahluk tak hidup atau bahan sintesis atau dari sumber daya alam yang tidak
terbaharui.
Contohnya : minyak bumi, alumunium, kaleng dan
lain-lain.
c. Fungsi dari bahan organik
Bahan organik tanah
meliputi semua jenis lapisan tanaman dan sisa hewan. Bahan organik ini akan berganti menjadi humus
apabila telah dipisahkan menjadi komponen yang aktif di tanah. Di dalam tanah
bahan organik secara garis besarnya berfungsi sebagai fisik, kimia dan biologi
tanah.
Senyawa organik karbon adalah
sumber energi yang dibutuhkan organisme untuk melakukan aktivitasnya . Senyawa
organik dengan perbandingan C/N yang ada dalam tanah dapat digunakan untuk
merangsang penyebaran nutrisi yang sulit masuk ke dalam tubuh mikroorganisme
karena kekurangan nitrogen dalam tanah. Dengan perbandingan seimbang banyak
mikroorganisme yang mati dan terurai kembali menjadi unsur-unsur nutrisi untuk
kesuburan tanah (Sc Hsieh, 1990)
d. Nutrisi ( larutan pupuk)
Banyak penelitian yang telah
dilakukan terhadap urine sapi, diantaranya adalah urine sapi mengandung zat
perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh diantaranya
adalah IAA. Lebih lanjut dijelaskan bahwa urine sapi juga memberikan pengaruh
positif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung.
Karena baunya yang
khas urine ternak juga dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman sehingga
urine sapi juga dapat berfungsi sebagai pengendalian hama tanaman dari serangan
jenis dan kandungan
hara yang terdapat pada beberapa kotoran ternak padat dan cair dapat dilihat
pada Tabel 1. berikut.
Table 1. Jenis dan kandungan
zat hara pada beberapa kotoran ternak padat dan cair
Nama ternak dan bentuk kotorannya
|
Nitrogen
(%)
|
Fosfor (%)
|
Kalium (%)
|
Air (%)
|
Sapi –padat
|
0.40
|
0.20
|
0.10
|
85
|
Sapi –cair
|
1.00
|
0.50
|
1.50
|
92
|
Sumber : Lingga, 1991
Nutrisi organik
dari hasil fermentasi sudah seimbang dalam jumlah dan komposisi unsur-unsur
yang dikandung nutrisi tersebut. Pada Pupuk buatan yang mengandung satu nutrisi
saja bertolak belakang dengan pupuk organik yang beragam dan seimbang seperti
yang dijelaskan dari hasil penelitian
Tabel.2. Jumlah unsur hara pada
kotoran ternak.
Jenis
|
N
|
P
|
K
|
Ca
|
Hg
|
Na
|
Fe
|
Mn
|
Zn
|
Cu
|
Ni
|
Cr
|
Sapi
|
1,1
|
0,5
|
0,9
|
1,1
|
0,8
|
0,2
|
5726
|
344
|
122
|
20
|
-
|
6
|
Nutrisi alami belum
banyak dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat secara luas, sedangkan untuk
pupuk telah lama digunakan petani. Pupuk atau nutrisi ini berasal dari kotoran
hewan, seperti ayam, kambing, kerbau, kuda, babi, dan sapi. Kotoran tersebut
dapat berupa padat dan cair (urine ternak) dengan kandungan zat hara yang
berlainan. Pupuk kandang cair jarang digunakan, padahal kandungan haranya lebih
banyak. Hal ini disebabkan untuk menampung urine ternak lebih susah repot dan
secara estetika kurang baik – bau.
e.
Teknologi fermentasi.
Fermentasi
merupakan aktivitas mikroorganisme baik aerob maupun anaerob yang mampu
mengubah atau mentranspormasikan senyawa kimia ke subtrat organik
(Rahman,1989). Selanjutnya Winarno (1990) mengemukan bahwa fermentasi dapat
terjadi karena ada aktivitas mikroorganisme penyebab fermentasi pada subtrat organik
yang sesuai, proses ini dapat menyebabkan perubahan sifat bahan tersebut.
teknologi
fermentasi anaerob untuk skala petani telah banyak dikembangkan, dimana
hasilnya pupuk kandang dikonversikan tidak hanya dalam bentuk pupuk organik
cair yang bagus tetapi juga dalam bentuk biogas yang berenergi tinggi.
Prinsip dari
fermentasi anaerob ini adalah bahan limbah organik dihancurkan oleh mikroba
dalam kisaran temperatur dan kondisi tertentu yaitu fermentasi anaerob.
Studi tentang jenis
bakteri yang respon untuk fermentasi anaerob telah dimulai sejak tahun 1892
sampai sekarang. Ada dua tipe bakteri yang terlibat yaitu bakteri fakultatif
yang mengkonversi sellulola menjadi glukosa selama proses dekomposisi awal dan
bakteri obligate yang respon dalam proses dekomposisi akhir dari bahan organik
yang menghasilkan bahan yang sangat berguna dan alternatif energi pedesaaan.(
Joo, 1990).
fermentasi
sering didefinisikan sebagai proses pemecahan karbohidrat dari asam amino
secara anaerobik yaitu tanpa memerlukan oksigen. Karbohidrat terlebih dahulu
akan dipecah menjadi unit - unit glukosa dengan bantuan enzim a amilase dan
enzim glukosidose, dengan adanya kedua enzim tersebut maka pasti akan segera
terdegradasi menjadi glukosa, kemudian glukosa tersebut oleh khamir akan diubah
menjadi alkhohol.
Siapa yang bertanggung jawab atas limbah ?
Setiap perusahaan atau individu dari setiap
masyarakat yang menghasilkan limbah mempunyai wewenang untuk bertanggung jawab
mengatur managemen yang lebih baik guna
memperkecil dampak negative di sekitar limbah. Maka dari itu limbah harus
segera ditangani.
D. Memanfaatkan
limbah
Tidak selamanya limbah itu
merugikan, berbagai cara dan inisiatif untuk memanfaatkan limbah bisa
menghasikan daya guna baru yang dibutuhkan masyarakat.
Contohnya didesa suwawal timur yang
memanfaatkan air kencing sapi untuk membasmi hama. Karena mayoritas penduduk jawa tengah
adalah petani dan yang sering menjadi masalah petani adalah hama.
Untuk membuat obat pembasmi hama perlu memperhatikan :
a) Bahan
-30 liter air kencing sapi
-20 liter air cucian beras (leri)
-15 liter air kelapa
-5 kg gula merah
-3 kg kencur
-0,5 kg kunyit
-1 kg temu lawak
b) Cara
membuat :
Gula merah + kencur + kunyit + temulawak dihaluskan, dengan cara di blander atau di tumbuk sampai
halus. Semua bahan dimasukkan dalam tong plastic kemudian diaduk sampai rata
dan tong tersebut ditutup. Setiap dua hari sekali tutup tong dibuka dan diaduk
hingga merata sampai hari ke 20 atau 25 sudah jadi dan berbau tape.
a) Cara
penggunaan :
Ø untuk
pengomposan 1:5 (1 cairan : 5 liter air tawar ) + 1 ons gula merah kemudian
disiramkan kemedia kompos.
Ø penyemprotan
400 cc (2 gelas aqua + 14 liter air tawar) 1 tangki penyemprot
disemprotkan pagi jam 06.00 –
10.00 siang sore jam 16.00 – 21.00 malam.
Ketua Rt suwawal timur, Muslikhin
mengatakan : “ saya harap percobaan baru yang dibuat ppl (Pembina petani
lapangan) dapat memotifasi masyarakat
khususnya petani agar ikut antusias untuk membuat pembasmi hama dengan cara tersebut. Karena mudahnya
bahan pokok yang digunakan dan saya juga berharap para petani tidak bergantung
pada produk yang dijual di pasaran, tidak perlu ragu untuk membuat pembasmi hama seperti yang
disebutkan, karena sudah terbukti dengan tanaman kelompok di desa suwawal timur
kabupaten jepara.
Ppl (Pembina petani lapangan)
kecapi h. amin suaidi memanfaatkan
kualitas pembasmi hama
yang tidak bisa atau tidak mempunyai waktu kadaluarsa. Semenjak di
berlakukannya air kencing sapi sebagai pembasmi hama, h. amin suaidi menjual perliternya rp.
10.000 . jadi jika berdasarkan takaran yang sudah dutentukan maka jumlah
keseluruhan adalah kurang lebih 70 liter
dan pengeluaran untuk membeli bahan rp.
67.800 , maka dapat diperoleh 10.000 x 70 = rp. 700.000 dikurangi pengeluaran
67.800 jadi keuntungan adalah 632.200.
Ini termasuk omset penjualan yang besar untuk
membantu perekonomian keluarga.
A. Kesimpulan
:
Dari limbah yang dianggap barang
buangan, ternyata dapat di jadikan hal baru yang mempunyai kualitas dan
kuantitas yang menjanjikan.Ketekunan dan minat sangatlah penting untuk
mendukung kreatifitas masyarakat dalam
memanfaatkan barang buangan (limbah) yang dapat diolah menjadi barang baru dan
kegunaan baru yang mempunyai nilai jual guna melanjutkan kelangsungan hidup yang
lebih baik.
A. Penutup
Demikian karya ini kami buat semoga dapat bermanfaat
bagi para bagi para petani pada khususnya dan masyarakat pada umumnya . Kami
merasa bahwa karya ini jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kami siap
menerima kritik dan saran dari para
pembaca demi lebih baiknya karya kami demikian hari.
